Kiai Ma’ruf: Tidak Boleh Ada Benturan Antara Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan

Sabtu, 23 September 2017
ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan menjadi tanggung jawab NU. Tiga hal ini, bagi NU tidak boleh saling bertabrakan. Demikian ditegaskan oleh Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf AMin saat meluncurkan Munas dan Konbes NU di gedung PBNU, Jakarta, Jumat malam (22/9).
“Keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan itu harus sinergis, tidak boleh ada benturan. Tatkala ada benturan, berarti itu ada kesalahan,” katanya.
Menurut dia, orang atau kelompok yang tidak bisa menyelaraskan ketiga hal itu berarti ada kesalahan dalam pemahaman keislaman, bisa jadi juga kesalahan pemahaman dalam kebangsaan, dan bisa juga kesalahan memahami kemanusiaan.
“Oleh karena itu mengsinkronisasi, bersinergi, masalah keisalman, kebangsaan, kemanusiaan menjadi bagian tanggung jawab NU,” tegasnya.
Kiai Ma’ruf menceritakan, pada Muktamar NU di Cipasung, Tasikmalaya, salah satu yang diselesaikan NU adalah bagaimana hubungan Islam dan negara. NU tidak memilih hanya Islam, dan juga tidak hanya negara, melainkan kedua-duanya.
Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2017 bertema “Memperkokoh Nilai Kebangsaan melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga” itu rencananya akan berlangsung di Nusa Tenggara Barat pada 23-25. Pada pembukaan, rencananya dihadiri Presiden Joko Widodo. (ISNU)
Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: