Ketum PBNU: Khutbah yang Berisi Ujaran Kebencian Membatalkan Shalat

Sabtu, 26 Mei 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Belakangan ini marak dijumpai pengkhutbah Jumat atau khatib yang kerap menyampaikan pesan agama secara keliru dan jauh dari ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya. Muncul beragam keresahan di kalangan masyarakat karena materi khubah Jumat yang disampaikannya dianggap telah bergeser dari esensinya. Beberapa konten khutbah yang bertentangan dengan ajaran Islam seperti ujaran kebencian, provokatif, mencaci maki, menebar fitnah dan berprasangka buruk terhadap orang lain.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Said Aqil Siroj menanggapi berbagai kontroversi materi khutbah Jumat sebagaimana tersebut. Menurut Kiai Said, setiap khatib Jumat haruslah orang yang berilmu dan berbudi perkerti luhur. Tanpa ilmu dan akhlak yang baik niscaya khutbah Jumat dapat berpotensi menjadi khutbah yang mengandung konten negatif dan semaunya sendiri.

Dalam pandangan Kiai Said, siapapun yang belum memiliki wawasan ilmu agama yang cukup jangan sekali-kali menjadi khatib Jumat. Apabila materi yang disampaikannya salah, maka tentu saja dapat membahayakan kepada ribuan umat yang mendengarkannya. Karena itu dalam kacamata fikih yang termaktub dalam literatur kitab kuning, tidak sah khutbah shalat Jumat seseorang yang isi khutbahnya bertentangan dengan ajaran Islam.

“Belum saatnya jadi khatib, masih jauh ilmunya. Sehingga untuk memenuhi undangan khutbah, diisi dengan semaunya, caci maki lah. Menurut kitab kuning, enggak sah khutbahnya kalau ada caci maki,” ujar Kiai asal Cirebon itu.

Kiai Said menambahkan, tidak hanya khutbah yang berpotensi sia-sia karena materi yang negatif. Bahkan shalat Jumatnya pun berpotensi tidak sah jika dikomandoi oleh orang yang tak berilmu dan tak berakhlak dengan baik. “Malah tidak sah shalatnya,” tegas Kiai Said.(ISNU)

Sumber: IslamRamah

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: