Yenny Wahid: Agama Islam Percaya dan Dukung Demokrasi Demi Keadilan

Jum’at, 20 Oktober 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Islam merupakan agama yang percaya pada demokrasi sebagai sarana untuk menciptakan keadilan. Hal itu disampaikan oleh Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid di Jakarta, Kamis (19/10).

“Agama Islam percaya pada demokrasi sebagai sarana membuat dunia jadi lebih baik untuk menciptakan keadilan,” kata Yenny.

Yenny mengatakan, di dalam demokrasi berupaya mendengarkan suara kalangan apa pun, termasuk dari minoritas. Adanya persoalan dalam demokrasi terjadi di banyak negara atau tidak hanya di Indonesia.

Kendati begitu, kata dia, demokrasi menjadi salah satu instrumen yang jika diterapkan dengan baik dapat menjadi penengah yang baik terutama terkait dengan toleransi antarumat beragama, suku, dan ras. Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu mengatakan orang Barat terkadang memandang Islam dan demokrasi tidak dapat bersanding.

Menurut dia, hal itu bertentangan dengan apa yang terjadi di beberapa negara dengan mayoritas Muslim yang menerapkan sistem demokrasi, seperti Indonesia. Dia mengatakan, orang Barat wajar berpikiran seperti demikian karena terjadinya sejumlah aksi radikal dan teror yang dilakukan beberapa oknum mengatasnamakan Islam.

Tindakan-tindakan radikal itu, kata Yenny, justru mencoreng kemuliaan Islam. Akibat tindakan itu, orang Barat kerap memandang orang Islam tidak mengutamakan demokrasi dalam mengutarakan pendapatnya, melainkan melalui tindakan-tindakan radikal. Dengan kata lain, kata Yenny, orang Islam dianggap memaksakan kehendaknya lewat tindakan radikal tanpa menggunakan jalur yang demokratis.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan, Islam dan demokrasi mampu bersanding dengan baik di Indonesia. Demokrasi didukung oleh Muslim di Indonesia.

Menurut dia, lewat demokrasi sistem pemerintahan menjadi transparan karena ada prinsip check and balance di dalamnya. Demokrasi memberikan hak yang sama dalam bernegara dan hal ini selaras dengan nilai persamaan menurut Islam. (ISNU)

Sumber: Republika

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: