Ulama Keraton Solo Ajak Umat Islam Rapatkan Barisan Hadapi Tahun Politik

Sabtu, 23 Juni 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Solo – Ulama Keraton Kasunanan Surakarta mengajak umat muslim khususnya di Jawa Tengah untuk merapatkan barisan jelang Pilgub Jateng yang akan berlangsung 27 Juni mendatang. Umat muslim diharapkan cerdas menjatuhkan pilihannya dengan memilih sosok pemimpin yang bersih.

Hal tersebut disampaikan Ulama Keraton Kasunanan Surakarta, Ahmad Qomaruzzaman dalam Silaturahmi dan Kongres Ulama se-Jawa Tengah di Gedung Purwo Hamijayan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Jum’at (22/6) malam.

“Bagaimana kita sadar rapatkan barisan, bagaimana anda setuju memilih pemimpin yang jujur, adil dan pemimpin yang mencintai rakyat dan dicintai rakyatnya,” kata Ahmad.

Ahmad juga mengatakan ratusan keraton se-nusantara yang mayoritas merupakan keraton Islam siap bersama-sama ulama untuk menjaga keutuhan Indonesia. Mewujudkan Indonesia sebagai negara yang mendapat rahmat dan ridho Allah SWT.

“Pada situasi kondisi saat ini bangsa kita mengdadapi problem untuk bagaimana memilih pemimpin yang syari yang adil yang beradab,” katanya.

Silaturahmi dan Kongres Ulama se-Jateng dengan tema Jawa Tengah bangkit bersama ulama  itu dihadiri ulama dari Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama serta perwakilan dari Majelils Ulama Indoesia (MUI) Jateng.

Selain itu hadir pula ulama, cendekiawan muslim dan tokoh masyarakat dari Majelis Cendikia Keraton Nusantara, Lembaga Samanhudi Cokroaminoto, Dewan Syariah Kota Surakarta, Laskar Umat Islam Surakarta, Majelis Ulama Karaton Nusantara, Alumni Persaudaraan 212, Majelis Ulama Karaton Nusantara, Komunitas Masjidku Makmur, Forum Silaturahmi Antar Masjid, Laskar Pembela Islam, dan Annas.

Dalam silaturahmi dan kongres ulama se-Jateng itu terdapat sejumlah poin yang didiskusikan diantaranya seruan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Umat muslim diharapkan mempererat persaudaraan agar tak mudah diadu domba terlebih memasuki tahun polik.

Selain itu silaturahmi dan kongres ulama se-Jateng juga memperbincangkan mengenai ekonomi umat dimana umat muslim didorong agar tak melulu menjadi konsumen. Dalam kongres tersebut, para ulama juga sepakat untuk menguatkan kembali kecintaan terhadap budaya bangsa. (ISNU)

Sumber: Republika

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: