Tangkal Radikalisme, Masjid Al-Ikhlas Gelar Upacara Bendera Merah Putih

Kamis, 17 Agustus 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Sidoarjo – Tahun ini, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hari ini, ancaman terhadap ideologi negara, terasa bergetar sampai masyarakat lapis bawah. Di samping itu, negara sedang menghadapi gilanya serbuan narkoba dan praktek korupsi yang semakin sulit dideteksi.

“Sebagai orang desa, yang jauh dari pusat kekuasaan, kami juga merasakan adanya getaran ekstremisme. Tampak gerakan-gerakan anti-Pancasila. Ada yang menghukumi dasar negara itu sebagai berhala. Hormat bendera haram sebagaimana yang tersebar di media sosial. Belum lagi serangan narkoba dan korupsi. Inilah yang membuat kami-kami, jamaah Masjid di Al-Ikhlas, turut prihatin, berharap negara kuat membentengi NKRI, sekaligus membentengi generasi muda dari radikalisme,” demikian disampaikan Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas, Drs Abdul Wahid kepada duta.co, Kamis (17/8/2017), sesaat sebelum acara tahlil untuk para syuhada kemerdekaan RI dimulai.

Masih menurut Abdul Wahid, kondisi berbangsa dan bernegara saat ini harus benar-benar tertata rapi. Tumbuh suburnya radikalisme, ekstremisme atas nama agama, diakui atau tidak merupakan akibat dari lamanya pembiaran. Terbitnya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas (pengganti Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan), menjadi bukti bahwa ancaman itu serius, dan tidak boleh disepelekan.

“Jadi, kami yang berada di pelosok desa, ini juga merasakan tumbuh suburnya radikalisme. Apalagi dengan masifnya kabar di media sosial yang sulit dikontrol, yang membuat seluruh lapisan masyarakat terkena dampaknya. Kita semakin sulit membedakan mana berita benar, mana beriota hoax. Kemarin beredar kabar yang mencatut lembaga MUI, katanya, hormat bendera itu haram. Ternyata hoax,” tambahnya.

Dengan kesigapan, termasuk menggelar upacara pengibaran bendera ini, paling tidak mengingatkan kepada seluruh jamaah, seluruh warga pentingnya menjaga dan merawat NKRI, jangan sampai kita mudah tergelincir oleh paham-paham radikal. “Di samping upacara pengibaran bendera, sebelumnya dilakukan doa tahlil untuk para pejuang kemerdekaan negeri ini. Jadi, syukur atas kemerdekaan itu jangan hanya diisi kegiatan hura-hura, tetapi, ingatlah bagaimana susahnya para pejuang kita dulu. Maka, angkat tangan, minta kepada Allah swt. semoga para syuhada itu mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan diampuni dosa-dosanya,” tegas Abdul Wahid. (ISNU)

Sumber: Duta.co

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: