Suasana Mengharukan, Para Kiai Lepas KH. Ma’ruf Amin dengan Shalawat dan Doa

Minggu, 23 September 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – KH Ma’ruf Amin menyampaikan pidato tertulis pengunduran dirinya sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Rapat Pleno yang berlangsung Sabtu (22/9). Setelah itu, ia kemudian meninggalkan ruangan, berpamitan kepada seluruh kiai yang hadir, pengurus PBNU, lembaga dan banom NU.

Tanpa dikomandoi, para kiai itu menyenandungkan shalawat untuk Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa salam seraya memeluk dan menciumi tangannya.

Ya rabbibil musthafa

Baligh maqasidana waghfir lanaa

Mamadha ya wasyi’al karami

Muhammadun sayyidul kaunaini watsaqalaini

walfariqoini min ’urbin wa min ’ajami

Wakil Rais Aam PBNU KH MIftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU dan para pengurus lain mencium tangan Kiai Ma’ruf. Begitupun para peserta Rapat Pleno PBNU itu. Tampak Kiai Said menyeka air matanya. Begitu juga kiai lain. Mukanya sembab. Iringan shalawat pun terdengar mendayu-dayu.

Kiai Ma’ruf Amin berjalan perlahan karena tertahan menerima jabat tangan mereka. Di ambang pintu aula lantai delapan PBNU itu, seorang kiai yang sepuh, memeluknya beberapa saat. Kemudian melepasnya. Melepasnya. Melepasnya. Sementara shalawat terus mengiringi Kiai Ma’ruf menuju lift.

Maulaya shalli wa salim daiman abada

‘Alan nabiyyi wa ahli baiti kullihimi…

Ya, Kiai Ma’ruf pergi, tapi bukan meninggalkan NU. Ia justru berangkat dengan niat akan memperbesar perjuangannya di lapangan pengabdian yang lebih luas.

“Saya dididik di pesantren untuk memegang teguh bahwa ketika negara memnggil, harus tunduk. Sebelum menerima panggilan itu saya menerima arahan para masyaikh (guru-guru), semua mendukung,” katanya pada pidato tertulis pada pengunduran diri sebagai Rais Aam PBNU. “Ini merupakan perjuangan baru untuk kemaslahatan yang lebih banyak. Saya hijrah dari aktivitas saya dari jalur kultural ke jalur struktural, karena itu mohon doa dan dukungan semoga cita-cita semua tercapai,” harapnya.

Setelah Kiai Ma’ruf mengundurkan diri, secara AD/ART NU maka Wakil Rais Aam KH Miftachul Akhyar menggantikannya. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: