Siap Perangi Radikalisme di Dunia Maya, 2000 Santri Ikuti Pelatihan Media Digital

Kamis, 14 Desember 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Cirebon – Tidak kurang dari 2.000 santri di Cirebon, Jawa Barat mengikuti pelatihan media digital yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dengan pelatihan tersebut, santri diharapkan bisa memanfaatkan media digital dengan positif dan sehat. “Dakwah bisa saja melalui media digital. Santri harus berperan untuk bisa menyampaikan dakwah yang damai dan sejuk di dunia maya,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi Gun Gun Siswadi di Cirebon, Rabu (13/12).

Menurutnya banyak berita bohong yang berseliweran di dunia maya dan bisa menimbulkan perpecahan serta ekses negatif di masyarakat.  Selain itu sejumlah konten yang mengajarkan pemahaman radikal, dinilai sudah sangat membahayakan.

Untuk ikut memerangi hal tersebut, Kominfo menggelar kegiatan Festival Literasi Digital Pesantren di Pondok Buntet Pesantren, Rabu, 13 Desember 2017. “Sekitar dua ribu santri yang hadir, mereka dilatih untuk memanfaatkan media digital dengan positif dan sehat,” tuturnya.

Gun gun mengatakan, sejak 2008, terdapat 144 orang yang telah diproses hukum karena melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), terutama perihal berita palsu dan ujaran kebencian di media sosial.

Hingga 2016, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memblokir sekitar 773.000 situs internet yang didominasi konten pornografi.”Sehingga untuk menangkal hal ini, perlu juga keterlibatan para santri,” katanya.

Dalam festival literasi digital tersebut, para santri diajarkan untuk bisa membuat vlog, meme, live streaming dan sejumlah konten positif lainnya yang bisa dipublikasikan di dunia maya.  Ada lima kelas yang dibuka dan dimanfaatkan oleh para santri untuk menimba ilmu tentang literasi digital. (ISNU)

Sumber: Republika

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: