Ramai Jadi Bahan Bully di Medsos, MUI Jabar Panggil Evie Effendi

Sabtu, 11 Agustus 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Setelah mengatakan Nabi Muhammad Saw pernah sesat dan menyelenggarakan maulid nabi juga sesat, Ngustadz Evie Effendi dibully habis-habisan. Kekonyolan ungkapannya itu berbuntut panjang. Dia dipanggil menghadap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat.

MUI memanggil Ustadz Evie untuk datang ke Kantor MUI Jawa Barat, Senin (13/08/2018).

Sekretaris Umum MUI Jabar KH Rafani Achyar dilansir dari jawapos.com mengatakan, pihaknya akan tabayun atau meminta penjelasan terkait ceramah ustaz nyentrik itu. Ceramah Ustadz Evi disebutnya telah menyakiti umat Islam.

“Bahwa kami tadi pagi sudah mengirimkan surat alamat beliau. Kita akan lakukan tabayun. MUI tidak akan langsung memvonis begitu saja. Kita akan klarifikasi,” ucapnya.

Semenjak viralnya video tersebut, lanjut Rafani, banyak umat islam yang mendatangi kantor MUI Jabar. Mereka meminta MUI mengambil tindakan tegas akan hal tersebut.

“Saya sendiri belum melihat (videonya) awalnya. Tahu-tahu ramai saja. Akhirnya saya lihat. Kemarin juga sudah banyak orang kumpul, ya namanya orang banyak, ada juga yang bilang, ‘Pak Kiai sudah ini laporkan saja’. Saya bilang tenang dulu,” ungkapnya.

MUI Jabar akan melakukan tindakan terkait hal tersebut, namun tetap mengedepankan cara-cara yang baik.

“MUI akan bertindak, tapi secara MUI. Kalau ada yang perlu diluruskan, kita luruskan. Yang bersangkutan kan juga sudah minta maaf, tapi karena masyarakat terus-terusan (ramai), akhirnya kita undang ke sini,” tuturnya, masih dilansir dari jawapos.com.

Sudahkah anda tahu, ceramah ustadz Efie Efendi yang tersebar di medsos menjelaskan surah Ad-Duha ayat 7 dan menafsirkan bahwa “Muhammad pernah sesat seperti yang lain, sesat sebelum menjadi Rasul”. Dia kemudian mengaitkan kepada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, bahwa peringatan Maulid Nabi tersebut merupakan peringatan akan kesesatan Nabi Muhammad SAW itu sendiri.

Tafsir itu jelas salah kaprah dan menyaki umat Nabi Muhammad. (ISNU)

Sumber: Dutaislam

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: