Pulau Sapudi Diguncang Gempa, 3 Orang Meninggal Dunia

Jum’at, 12 Oktober 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Sumenep – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10) pukul 01.57 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG melaporkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah Timur laut Situbondo, Jawa Timur pada kedalaman 12 km.

“Akibat gempa tersebut, ada tiga warga kami yang meninggal,” kata Zainul Hasan, Jumat (12/10).

Sebelumnya, warga Dusun dan Desa Somber, Kecamatan Nonggunong, Pulau Sapudi yang juga Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep tersebut membantah bila ada pemberitaan yang menyebut korban meninggal hingga enam orang. “Itu tidak benar. Yang meninggal adalah tiga orang,” tegasnya.

Korban lain yakni luka-luka berjumlah 24 orang. Dari jumlah tersebut 16 di antaranya tengah dirawat di Puskesmas Kecamatan Gayam. Gempa juga menyebabkan kerusakan rumah warga yakni 210 rumah di Kecamatan Gayam 31 rumah rusak ada di Kecamatan Nonggunong.

Musibah ini mendapat perhatian sejumlah pejabat. Dari mulai Gubernur, Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya berkenan langsung mengunjungi Pulau Sapudi. Demikian pula Menteri Sosial RI.

Setelah Kamis (11/10) pagi Gubernur Jatim, Kapolda dan Pangdam berkunjung ke Pulau Sapudi, Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita juga melakukan kegiatan yang sama pada sore harinya. Hal itu dilakukan menteri untuk menemui korban gempa sekaligus menyerahkan bantuan.

Selama di lokasi bencana, menteri menemui korban luka-luka di Puskesmas Gayam, mengunjungi warga lokasi terdampak gempa, dan menyerahkan santunan ahli waris korban meninggal.

“Mewakili pemerintah pusat saya mengucapkan turut berduka cita atas bencana gempa bumi yang terjadi dini hari tadi. Kepada keluarga korban meninggal semoga diberikan kekuatan dan ketabahan. Dan kepada 24 warga mengalami luka-luka semoga segera pulih,” kata Menteri usai mengunjungi korban luka-luka di Puskesmas Gayam.

Dalam kunjungan itu, Mensos menyerahkan santunan kepada ahli waris dari tiga korban meninggal atas nama H. Nadar, Nuril Kasmilia, dan Sarwini. Serta menyerahkan bantuan berupa 20 tenda gulung, 50 velbed, 60 selimut, 60 paket sandang, 20 kasur, 20 foodware, dan enam tenda keluarga.

Dia mengatakan, dalam kondisi bencana gempa bumi seperti ini, kehadiran pemerintah di lokasi sangat penting untuk memastikan segala keperluan warga terdampak gempa terpenuhi dan mereka tertangani dengan baik.

“Dengan kita hadir di tengah-tengah mereka, ada semangat untuk bangkit, ada perasaan tenang karena mereka tidak sendiri. Di saat yang sama pemerintah harus bekerja cepat dan tanggap dalam penanganan korban bencana,” tandasnya.

Kepedulian warga juga ditunjukkan dengan penggalangan dana yang dilakukan di sejumlah titik keramaian di kota dan kawasan lain di Sumenep. (ISNU)

Sumber: NU Online

No Responses

Tinggalkan Balasan