Presiden Jokowi: Gunakan Masjid untuk Menebar Persatuan dan Persaudaraan

Jum’at, 27 April 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan penting kepada masyarakat Indonesia saat menutup Musyawarah Nasional Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa masjid tidak hanya tempat untuk melaksanakan ibadah semata, melainkan juga tempat untuk menebarkan semangat persatuan dan persaudaraan di antara masyarakat. Segala bentuk perbedaan harus terus dirawat dalam semangat persatuan sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah Allah SWT yang telah menciptakan hidup dalam keberagaman.

Menurut Presiden Jokowi, masjid adalah tempat untuk menciptakan keteduhan hati dan keteduhan iman, dan bukan justru sebagai tempat kampanye politik. Masjid juga sebagai tempat untuk menjalin persatuan dan persaudaraan, dan bukan justru untuk memecah belah.

“Melalui masjid, kita tebarkan persatuan dan persaudaraan, keteduhan hati dan keteduhan iman,” ucap Presiden.

Presiden Jokowi juga mengingatkan, bangsa Indonesia merupakan bangsa besar yang memiliki keberagaman yang luar biasa, baik keragaman agama, suku, hingga tradisi masyarakat yang sangat kaya. Oleh karena itu, menjaga persatuan negara Indonesia merupakan kewajiban setiap warga negara Indonesia.

“Kita ini beragam, bersuku-suku, berbeda-beda agama, berbeda-beda tradisi. Semuanya harus disadari sebagai sebuah anugerah dari Allah SWT. Semua harus merawat dan memelihara negara yang kita cintai ini,” kata Presiden.

Meskipun demiian, Presiden mengakui, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan untuk mensejahterakan masyarakat. Oleh karena itu, segala hal yang tidak bermanfaat seperti hiruk-pikuk politik mutakhir yang kerapkali membuat gaduh hidup masyarakat sudah selayaknya diakhiri. Presiden Jokowi mengaku siap menerima segala kritik dan masukan yang berbasis data, dan tentu saja bukan kritik yang berbentuk hujatan dan makian.

“Jangan sampai energi kita habis hanya untuk hal-hal yang tak ada manfaatnya. Beri kritik, masukan, silakan. Saya terbuka pada kritik dan masukan. Kritik berbasis data dan memberi solusi,” pungkasnya. (ISNU)

Sumber: Islamramah

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: