Peneliti Radikalisme: Kampus Tempat Mencetak Sarjana Bukan Teroris

Kamis, 05 Oktober 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Mataram – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus menggalang Sinergitas di dunia kampus. Lewat Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai mitra strategis BNPT melaksanakan dialog di Kampus Universitas Islam Negeri Mataram. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasi Penelitian dan Evaluasi BNPT (Puput Agus Setiawan), Mantan Teroris (Nasir Abbas) dan Peneliti Paham Radikalisme Indonesia Bagian Timur (Suaib).

Tema kegiatan yang diangkat adalah “Dialog Pelibatan Birokrasi dan LDK Kampus dalam Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme”. Kegiatan ini bagian dari langkah untuk mempersempit perkembangan paham radikalisme dan terorisme dalam masyarakat, khususnya dikalangan mahasiswa, papar Puput saat membuka kegiatan di UIN Mataram (04/10/2017).

Selanjutnya Suaib sebagai peneliti kelompok radikalisme dan terorisme Indonesia bagian timur menegaskan bahwa tanggung jawab universitas mencetak sarjana bukan tempat mencetak terorisme.

“Kampus adalah tempat mencetak SARJANA bukan tempat mencetak TERORISME”

Tindakan Terorisme tidak membutuhkan banyak orang, satu orang sudah cukup menimbulkan suasana “mencekam”, lanjut Koordinator Gusdurian Sulawesi.

“Mahasiswa harus kritis dalam menanggapi informasi-informasi yang ekstrim agar tidak terseret ke dalam kelompok radikalisme” ajakan Suaib kepada para peserta dialog.

Mengkafirkan seseorang atau kelompok bukan solusi atas masalah untuk negeri ini, sudah cukup banyak masalah yang belum tuntas, jangan ditambah lagi. Pancasila adalah nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam aktivitas hidup masyarakat Indonesia yang bersifat heterogen. Berlaku adil lah dalam berdakwah dan jangan lupa agar beradab (tidak menghakimi orang lain) -seperti yang tertuang dalam sila kedua pancasila “kemanusiaan yang adil dan beradab” tutup Inteletual Muda NU Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai LDK kampus di Kota Mataram. Dialog berlangsung dengan dua sesi, mulai pukul 10.00 s/d 15.00 waktu setempat.  (ISNU)

Sumber: Dutaislam

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: