Mbah Moen: Berpeganglah Pada Ajaran Ahlul Bait Jika Ingin Selamat dari Fitnah Akhir Zaman

Minggu, 24 September 2017

ISLAMNUSANTARA.COM – KH Maimun Zubair (Mbah Moen)mengkhatamkan kitab Risālatul Mu’āwanah karya Sayyid Abdullah AlawiAl-hadad tepat pada hari selasa.

Beliau sengaja memilih hari selasa karena bertepatan dengan wafatnya mu’allif kitab.

Disela-sela keterangan ngaji tadi Syaikhina berkata : “Mbah-mbahku, buyut-buyutku iku akeh seg wafat dino seloso (Banyak dari nenek-nenek moyang saya yang diwafatkan dihari selasa.)

Mungkin oleh sebab itu disarang ini setiap malam selasa ngajinya diliburkan.

Dihari selasa pula Allah menciptakan gunung-gunung sebagai pencakar bumi agar menjadi kokoh.

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

(dan gunung-gunung sebagai pasak bumi. [QS : Annaba 07].

Hingga sebagian ahli hikmah mengatakan bahwa kedudukan Ulama’ itu diumpamakan seperti halnya Gunung yang mengikat bumi agar tidak goyah dari segala bentuk kemaksiatan.

Sedikit biografi tentang Mu’allif kitab : Beliau adalah Sayyid Abdullah bin Alawi bin muhammad Al-Haddad. Ulama’ Mujaddid pada kurun abad ke sebelas, sekaligus Mujaddid pertama dari golongan Ahlil bait yang lahir di daerah Subair, kota Tarim Hadromaut tepatnya bulan Sofar tahun 1044-1132 H.

Syaikhina pernah dawuh :

“Saben satus tahun. Gusti Alloh iku mesti ngirim mujaddid kanggo ngapik i umat”(Setiap seratus tahun Allah mengirim Ulama’ Mujaddid untuk memperbaiki ummat)

“Mujaddid awwal iku Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz”(Mujaddid pertama itu Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz)

” Trus disambung dumateng Imam Syafi’i”(Kemudian dilanjutkan imam Syafi’i)

“Sampe sewu tahun mujaddid iku ora ono songko ahlil bait.”(Hingga seratus tahun kemudian Ulama Mujaddid itu enggak ada yang dari keturunan Ahlil bait).

“Tapi mulai tahun sewu satus muncul Sayyid Habib Abdulloh Al Haddad.”(Namun setelah seribu tahun muncul Mujaddid dari ahlil bait yaitu Sayyid Habib Abdulloh bin Haddad.)

“Sak uwise iku poro mujaddid asale songko ahlil bait.”(Dan setelah itu Ulama’ Mujaddid setelahnya berasal dari golongan ahlil bait.)

“Sayyid Muratdlo kang ngarang إتحاف السادات المتقين syarah kitab إحياء علوم الدين للإمام الغزالي”(Mulai dari Sayyid Murtadlo pengarang kitab iitihāfu Al-Sadah, Syarah kitab Ikhya’ Ulumiddin.)

“Sayyid Zaini Dahlan.”(Kemudian Sayyid Zaini dahlan.)

“Sampe panjenenganipun as Sayyid Muhammad ibn ‘Alwi ibn ‘Abbas Al Maliky Al Hasany.”(Hingga datang masanya Sayyid Muhammad ibn Alawi Almaliki Alhasani.)

Beliau juga sering berpesan kepada para santri untuk berpegang teguh pada ajaran Ulama-ulama hususnya dari keturunan Ahlil bait, yang di sebagian hadis Nabi, Ulama’ ahlil bait itu diumpamakan seperti halnya Perahu nabi Nuh(Perahu Penyelamat)

إن مثل أهل بيتي فيكم مثل سفينة نوح من ركب نجا ومن تخلف عنها هلك (رواه الحاكم)

Barang siapa yang menaikinya maka ia akan selamat dari badai fitnah di akhir zaman ini.

Semoga Alloh selalu memberi berkah pada guru kita Romo KH Maimoen Zubair. (ISNU)

Sumber: Muslimoderat

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: