Inilah Kriteria Pemimpin yang Baik dan Pemimpin yang Zalim Menurut Gus Mus

Kamis, 24 Mei 2018

ISLAMNUSANTARA.COM – Seorang pemimpin yang baik adalah ia yang ingat bahwa kelak akan lengser dari kursi kekuasaannya. Jika ada pemimpin yang terlampau terlena akan jabatannya dan melupakan bahwa jabatan hanya sementara, biasanya pemimpin semacam itu akan bersikap sewenang-wenang dalam memerintah.

Pemimpin yang otoriter semacam itu dapat disebut sebagai pemimpin yang zalim.

Pesan itu disampaikan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus saat hadir sebagai pembicara dalam acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah Bulan Mei lalu. Menurut Gus Mus, setiap pemimpin harus ingat bahwa jabatan sejatinya hanya amanah sementara, dan kelak pasti ia harus meletakkan segala bentuk jabatan yang diembannya.

“Kalau suatu ketika kamu membawa keranda ke kuburan, ingatlah bahwa kau akan mati. Kalau suatu ketika kamu dipasrahi suatu jabatan, ingatlah suatu saat engkau akan lengser,” ujar Gus Mus.

Kiai yang juga Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengisahkan, dalam sejarahnya semua presiden Indonesia pada akhirnya lengser juga. Meskipun suatu pemimpin itu memiliki kedudukan yang kuat, namun pada akhirnya juga harus berhenti menjabat.

“Bung Karno saja yang begitu hebatnya lengser kok. Pak Harto yang dibela ribuan tentara juga bisa dilengserkan. Pemimpin kalau tidak ingat dia akan lengser, itu bahayanya,” tegasnya.

Menurut Gus Mus, saat ini banyak pemimpin yang lupa akan tanggung jawabnya untuk memahami aspirasi masyarakat luas. “Banyak pemimpin sekarang yang tidak bisa ngerteni wong liyan (memahami orang lain),” ujarnya.

Karena itulah menurut Gus Mus, pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang tidak terlalu lama mengemban jabatan, dan tidak pula terlalu cepat. “Imam itu kalau pas, tidak kelamaan dan tidak terlalu cepat,” pungkasnya.  (ISNU)

Sumber: Islam Ramah

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: