Ini Ancaman Potensi Konflik Kedepan Menurut Panglima TNI yang Baru

Senin, 11 Desember 2017

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan akan tantangan TNI ke depan dalam menangani potensi konflik masa mendatang. Menurutnya, membaca potensi ke depan, TNI secara cerdas harus dapat menerjemahkan setiap bentuk konflik yang sulit diprediksi, di mana diameter konflik tak lagi simetris, melainkan lebih sering asimetris, proksi dan hibrida.

Hal itu disampaikan oleh Hadi Tjahjanto saat menyampaikan pidato lalam gelaran serah terima jabatan (Sertijab), dari Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Sabtu (9/12).

“Setidaknya potensi ancaman yang perlu dicermati ke depan antara lain; dampak tatanan dunia baru, terorisme, perang siber, kemajuan China, kerawanan keamanan di laut perbatasan, dan tentu saja ancaman lain yang dianggap merugikan Indonesia seperti illegal fishing, penyelundupan barang, manusia, senjata dan narkoba yang mengancam keutuhan dan kedaulatan NKRI,” ujarnya.

Selaku Panglima TNI baru dalam sambutannya ia juga mengatakan, TNI akan tetap berjalan pada koridor kebijakan umum pembangunan kekuatan pokok minimum sesuai rencana strategis TNI, serta melanjutkan program kerja yang dirintis Jenderal Gatot Nurmantyo.

“Selaku penerus kepemimpinan dan atas nama segenap prajurit serta ASN TNI, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan kepada jenderal TNI Gatot Nurmantyo atas segala pemikiran dan usahanya untuk membuat TNI lebih maju, handal, profesional, solid, militan dan dicintai oleh rakyat,” ujarnya.

Lebih jauh ia menambahkan, tidak bisa dipungkiri selama kepemimpinan Gatot, telah menjadikan TNI salah satu institusi yang paling dipercaya publik, dan setiap kesempatan selalu kumandangkan, ‘bersama rakyat, TNI kuat’. Hal ini, kata dia, telah membumi dan melekat di hati sanubari rakyat dan prajurit TNI.

Di luar itu, ia juga mengupas sedikit tentang dunia politik. “Memasuki tahun politik, pesta demokrasi memberikan warna beragam yang bernuansa akan terjadinya konflik.”

Oleh sebab itu, kata dia, TNI harus memegang teguh netralitasnya dari tingkat atas sampai satuan paling bawah. Demikian juga komitmen TNI dalam memberi bantuan pada Pemda dan Polri, dalam pengamanan Pilkada serentak pada 2018 dan pemilu 2019, dengan mengutamakan asas hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebelum mengakhiri pidatonya, Hadi kembali menyampaikan terima kasih pada Jenderal Gatot. “Atas nama prajurit dan ASN TNI saya menyampaikan rasa hormat bangga dan terima kasih pada jenderal TNI Gatot Nurmantyo atas selama pengabdian Jenderal dan selamat bertugas pengabdian yang baru,” ujarnya. (ISNU)

Sumber: Harakatuna

No Responses

Tinggalkan Balasan