Gus Mus: Ciri Keberislaman Seseorang Bukan Pakaian Atau Simbol Agama, Tapi Akhlak

Sabtu, 22 September 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Jakarta – Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, KH Mustofa Bisri atau Gus Mus mengatakan bahwa Keberislaman seseorang tidak bisa dilihat dari sisi permukaan semata, seperti pakaian maupun simbol-simbol agama yang digunakan. Ciri keberislaman seseorang yang paling fundamental adalah akhlakul karimah, yaitu budi pekerti yang luhur. Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan, bahwa orang yang paling dekat dengan Rasulullah Saw di hari kiamat kelak adalah orang yang paling berakhlak mulia.

Hal itu disampaikan Gus Mus untuk menyikapi kecenderungan seseorang atau kelompok yang kerapkali menampilkan simbol-simbol agama di ruang publik. Gus Mus menjelaskan, bahwa Nabi Muhammad Saw menjadi mulia, baik di mata manusia dan seluruh makhluk-makhluk Allah karena Rasulullah senantiasa menampilkan akhlak dan budi pekerti luhur.

“Andai perilaku Nabi kasar, orang lain tak akan mendekatinya. Jika kita meneliti Al-Quran, Allah memuji Nabi Muhammmad karena akhlaknya yang sangat luhur,” jelas Gus Mus dalam ceramahnya di Chanel Youtube Nutizen.

Gus Mus menganjurkan umat Islam agar senantiasa menampilkan sikap yang ramah dan lemah lembut terhadap orang lain. Hal itu karena sikap yang ramah merupakan anjuran di dalam Al-Quran. Andai saja Rasul berdakwah melalui jalan kekerasan, niscaya orang lain tidak akan mengikutinya. Namun demikian, dalam sejarahnya Rasul berdakwah dan bersikap ramah terhadap orang lain, sehingga orang lain mencintai dan mengikuti Rasul.

“Kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka,” kata Gus Mus mengutip kesaksian Al-Quran, surat Ali Imran, ayat 159. “Seandainya kanjeng Nabi itu kasar, apalagi ganas terhadap orang lain, orang lain tak akan mendekatinya. Nyatanya, sejarah membuktikan, orang-orang senantiasa mengerumuni Rasulullah dengan penuh kasih-sayang,” pungkasnya. (ISNU)

Sumber: Islamramah

No Responses

Tinggalkan Balasan