Buya Syafii: Jangan Kotori Kesucian Agama Hanya Demi Kepentingan Politik

Jum’at, 27 April 2018

ISLAMNUSANTARA.COM, Magelang – Tokoh senior Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif mengatakan bahwa setiap umat beragama tidak boleh mengotori kesucian agama untuk tujuan rendahan, seperti menggunakan agama hanya untuk menarik dukungan politik semata. Karena itu, setiap kegiatan keagamaan tidak boleh disisipi kepentingan politik praktis. Apabila agama dimasuki kepentingan politik, maka tentu saja agama berpotensi digunakan untuk kepentingan jangka pendek yang cenderung pragmatis. Sebagai umat beragama, kita tidak boleh membiarkan siapapun mencatut nama agama untuk kepentingan politik, karena apabila dibiarkan, maka mereka akan lebih leluasa dalam mengeksploitasi agama.

Hal itu disampaikan Buya saat menjadi pembicara dalam kegiatan sarasehan kebangsaan di Gereja St Ignatius Kota Magelang, Rabu (25/4/2018). Buya Syafii menegaskan, setiap kegiatan keagamaan yang disisipi kepentingan politik praktis, seperti kepentingan Pilkada, merupakan bentuk penghinaan atas keluhuran agama itu sendiri. Setiap umat beragama semestinya menunjukkan adab dengan tidak membawa agama untuk kepentingan pragmatis.

“Seharusnya beragama itu, menurut Bung Karno, harus beradab, harus berbudaya. Beragama boleh lah, tapi tidak dipakai untuk tujuan rendahan, jangan kotori agama dengan tujuan-tujuan yang rusak,” ujarnya.

Tokoh yang juga mantan Ketua Umum Muhammadiyah tersebut menambahkan, seorang politisi semestinya menampilkan sikap yang ramah, sopan, dan saling menghargai terhadap perbedaan dalam pilihan politik masing-masing. Jangan sampai hanya karena pilihan politik yang berbeda kemudian menebar kebencian, dan menunjukkan akhlak yang tercela.

“Kalau mau pakai agama, jadikan sebagai acuan moral. Politisi itu harus bisa tampil secara beradab, saling menghargai, dan tidak sampaikan ujaran kebencian,” tegasnya.

Oleh karena itu, Buya Syafii menegaskan, tidak ada toleransi bagi siapapun yang hendak memperalat agama demi keuntungan politik semata. Segala bentuk kezaliman politik yang mencatut nama agama harus dilawan dan tidak boleh dibiarkan. Karena semakin leluasa kelompok yang menggunakan nama agama untuk kepentingan politik sesaat, maka lambat laun semakin buruk pula nama agama itu di mata publik.

“Kalau hanya diam saja, sekarang mereka yang memperalat agama bisa leluasa. Itu harus dilawan. Kita harus menunjukkan bahwa agama itu jangan dipakai untuk tujuan yang kotor, kumuh,” tegas Buya Syafii. (ISNU)

Sumber: Islamramah

No Responses

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: